Semangat membangun Gereja yang hidup dan dinamis, khususnya bagi orang muda, tampak nyata dalam Kegiatan Pembekalan dan Pelantikan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Paulus Kaubun yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di pusat Paroki Santo Paulus Kaubun ini menjadi momentum penting untuk membentuk, memperkuat, dan mengutus kaum muda sebagai pelayan Gereja yang siap berkarya di tengah umat. Sebanyak 12 stasi/WPP dari total 43 stasi/WPP dan OMK pusat paroki di wilayah paroki ambil bagian dalam kegiatan yang penuh sukacita, persaudaraan, dan semangat pelayanan ini.

Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Samarinda yang diwakili oleh Ketua Komisi Kepemudaan, RD. Fabianus Lana, bersama rekannya, RP. Paulus Jeraman, CMF. Kehadiran mereka menjadi tanda dukungan Gereja Keuskupan terhadap perkembangan dan pembinaan OMK di tingkat paroki.

Hari pertama diawali dengan pembinaan bagi para pendamping OMK yang dibawakan oleh RD. Fabianus Lana. Dalam pembinaan tersebut, para pendamping diajak untuk memahami peran strategis mereka sebagai sahabat, pembimbing, dan pendamping kaum muda dalam perjalanan iman serta dinamika hidup mereka. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa Rosario, yang menjadi sarana mempererat relasi peserta dengan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Memasuki hari kedua, para peserta mendapatkan pembekalan dengan tema “Satu Iman, Satu Hati, Satu Misi” yang disampaikan oleh Pastor Moderator OMK Paroki, RD. Agustino Jekson Lodan. Melalui materi tersebut, OMK diajak untuk menyadari identitas mereka sebagai satu keluarga besar Gereja yang dipersatukan oleh iman dan dipanggil untuk mewartakan Injil melalui berbagai karya pelayanan. Selanjutnya, RP. Paul, CMF membawakan materi tentang penyusunan program kerja OMK. Para peserta diajak untuk merancang kegiatan yang relevan, kreatif, dan mampu menjawab kebutuhan kaum muda di masing-masing stasi dan wilayah pelayanan pastoral.

Salah satu momen yang sangat berkesan adalah kegiatan Adorasi Sakramen Mahakudus. Kegiatan rohani ini menjadi bagian yang diwajibkan dalam setiap kegiatan OMK sebagai bentuk perjumpaan pribadi dengan Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi. Dalam suasana hening dan penuh doa, para peserta diajak untuk menimba kekuatan rohani, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menyadari bahwa setiap karya pelayanan harus berakar pada iman dan perjumpaan dengan Kristus.

Pada malam hari kedua, suasana berubah menjadi penuh kegembiraan melalui pentas seni yang menampilkan berbagai kreativitas dari pusat paroki maupun stasi/WPP. Beragam penampilan yang ditampilkan menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap talenta yang dimiliki kaum muda. Acara malam keakraban tersebut ditutup dengan pesta musik kampung khas Maumere dan acara bebas yang berlangsung meriah namun tetap dalam semangat persaudaraan.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui Perayaan Ekaristi Pelantikan Pengurus OMK yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Paulus Kaubun, RD. Lazarus Derik, sebagai selebran utama. Misa tersebut turut dikonselebri oleh RD. Hermanus Sudarman, RD. Agustino Jekson Lodan, RD. Fabianus Lana, dan RP. Paul, CMF.

Dalam homilinya, RD. Fabianus Lana menegaskan bahwa OMK adalah Gereja masa kini sekaligus masa depan. Karena itu, kaum muda perlu diberikan ruang untuk bertumbuh dan berkembang dalam Gereja. Ia juga mengingatkan seluruh umat agar tidak memberikan stigma negatif kepada kaum muda, melainkan mendampingi dan mendukung mereka dengan kasih, kepercayaan, dan perhatian yang tulus.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pastor Paroki, RD. Lazarus Derik menekankan bahwa seluruh umat, baik di tingkat paroki maupun stasi/WPP, memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun komunitas OMK yang sehat, aktif, dan berkembang. Beliau juga mengajak seluruh OMK agar terlibat secara aktif dan partisipatif dalam kehidupan menggereja serta terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan Gereja. Kegiatan Pembekalan dan Pelantikan OMK Paroki Santo Paulus Kaubun akhirnya ditutup dengan acara sayonara yang berlangsung dalam suasana haru dan penuh sukacita. Seluruh peserta kembali ke stasi dan wilayah masing-masing dengan semangat baru untuk menghidupi panggilan sebagai Orang Muda Katolik yang beriman, berani melayani, dan siap menjadi garam serta terang di tengah Gereja dan masyarakat. Semoga benih-benih semangat yang ditanam selama tiga hari ini terus bertumbuh dan menghasilkan buah bagi perkembangan Gereja di Paroki Santo Paulus Kaubun.

Bagikan

Berita Lainnya